Buih Kerinduan
Kamis, 30 Mei 2013
Add Comment
kutuangkan buihan kerinduan ini
pena dan kertas menjadi wasilahnya
rindu tak terperi selalu menyayat
selalu sakit belum bertemu
duhai engkau
kapankah aku bisa bersua
tanpa ada yang mengganggu
tanpa sekat
lama aku merinduimu
menangis dan menagis yang kubisa
aku yakin engkau pun merasakan
duhai engkau
memandangmu saja aku puas
memandangmu adalah obat mujarab akan kerinduan
duhai engkau
malam nanti aku akan menemuimu
semoga engkau menunggu di lorong sana
30 Mei 2013
14.46 WIB
pena dan kertas menjadi wasilahnya
rindu tak terperi selalu menyayat
selalu sakit belum bertemu
duhai engkau
kapankah aku bisa bersua
tanpa ada yang mengganggu
tanpa sekat
lama aku merinduimu
menangis dan menagis yang kubisa
aku yakin engkau pun merasakan
duhai engkau
memandangmu saja aku puas
memandangmu adalah obat mujarab akan kerinduan
duhai engkau
malam nanti aku akan menemuimu
semoga engkau menunggu di lorong sana
30 Mei 2013
14.46 WIB

0 Response to "Buih Kerinduan"
Posting Komentar