Rindu atas nama Cinta

Menulis puisi bisa dimana saja, selama inspirasi itu dicatat dengan baik, maka akan lahirlah puisi yang indah.
Salah satunya Puisi "Rindu Atas Nama Cinta" ini, yang saya tulis di dalam angkutan umum jurusan Kadungora - Garut



Berkelana
Setapak demi setapak
menuju puncaknya Cinta

Membuncah
Bergetar
Hampir saja pecah
Aku sudah tak kuat

Kemana aku akan dibawa
Aku bukan wali apalagi nabi
aku hanya pendosa yang ingin suci

- di Angkot Jurusan Kadungora - Garut
24 Agusutus 2013

0 Response to "Rindu atas nama Cinta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel